Minggu, 20 Oktober 2013

Tulisan saya




STAIN Salatiga merupakan Perguruan Tinggi Negeri di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia yang berlokasi di Salatiga. STAIN Salatiga memiliki 2 lokasi kampus, kampus I berlokasi di jalan Tentara  Pelajar Nomor 02 dan kampus II  di jalan Nakula Sadewa VA Nomor 09 Kembang Arum Salatiga Jawa Tengah. Sebagai sekolah tinggi bernafaskan islam, STAIN Salatiga memiliki corak tersendiri dibidang penyelenggaraan pendidikan maupun segala sesuatu yang termasuk di dalamnya. Artinya kultur pendidikan di STAIN berbeda dengan Perguruan Tinggi Umum lainnya. Pendidikan di STAIN lebih  memadukan antara 2 ilmu sekaligus yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Hal ini memberi peluang kepada mahasiswa untuk bisa menguasai 2 ilmu itu sekaligus, dengan harapan lulusan dari STAIN tidak hanya intelek di wawasan umum tetapi juga intelek di wawasan agamanya. Dengan capaian akhir yang sedemikian luar biasanya itu tentunya suatu lembaga yang mewadahinya yaitu STAIN Salatiga dalam hal ini harus benar-benar bisa menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, berwawasan global dan mampu menjadi pionir bagi perguruan tinggi di Indonesia. Di sini saya  mengambil judul Mundur 1 Langkah untuk Maju 1000 Langkah. Arti judul yang saya maksudkan disini adalah mundur untuk melihat kekurangan-kekurangan apa yang dimiliki STAIN Salatiga saat ini yang selanjutnya bisa dijadikan tiang pancang dalam seribu langkah efektif pengembangan STAIN Salatiga. Dengan kata lain kekurangan itu bisa manjadi ajang bagi STAIN Salatiga untuk membenahi diri dalam segala hal. Jadi kekurangan itu bukan menjadi hambatan bagi STAIN Salatiga untuk berkembang ke arah yang lebih baik tetapi justru menjadi titik penyemangat demi kejayaaan ke depannya. Dan sebagai perguruan tinggi  terbaik se-STAIN se-Nusantara dan nomor 7 se-PTAIN se- Indonesia sudah seharusnya STAIN Salatiga melesat jauh dalam bidang apapun. Baik itu pendidikannya, UKM, dosen, mahasiswa, maupun hal-hal lain. Untuk itu dalam artikel ini saya akan mengemukakan beberapa ide untuk pengembangan STAIN Salatiga.
1.       Dosen
Dalam konteks pendidikan di Perguruan Tinggi, dosen memiliki peranan yang cukup penting. Yaitu mengantarkan mahasiswanya menjadi mahasiswa yang produktif, inovatif, dan berdaya saing tinggi. Atas dasar itu kualitas dosen perlu dikembangkan secara berkelanjutan. Seorang dosen harus memiliki kompetensi profesinal. Kompetensi professional yang dimaksud sebagaimana dikemukakan Jarvis (1983) meliputi 3 elemen yaitu :
a.       Pengetahuan dan pemahaman tentang disiplin akademik, elemen psikomotor, hubungan interpersonal ,dan nilai-nilai moral.
b.      Keterampilan-keterampilan yang mencakup: melaksanakan prosedur-prosedur yang bersifat psikomotorik , berinteraksi dengan orang lain.
c.       Sikap-sikap professional yang mencakup: pengetahuan tentang profesionalisme, komitmen  emosi terhadap profesionalisme, dan kesediaan untuk bertindak secara professional
Semua itu jika bisa dimiliki oleh dosen maka bukan tidak mungkin seorang dosen bisa  merubah mahasiswanya menjadi mahasiswa yang bermutu tinggi. Jadi hal-hal yang harus diperhatikan antara lain pendidikan dosen, cara menyampaikan mata kuliahnya serta hubungan dengan para mahasiswanya. Pendididkan menjadi hal yang penting bagi seorang dosen. Jadi semakin tinggi pendidikannya, semakin baik hasilnya bagi kemajuan STAIN Salatiga. Hal lain tentang cara penyampaian  mata kuliah dan hubungannya dengan para mahasiswanya juga perlu diperhatikan secara khusus. Cara  penyampaian mata kuliah secara tepat juga mendukung terbentuknya mahasiswa yang kreatif, inovatif dan berprestasi. Hubungan yang baik dengan mahasiswa juga memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan pada diri mahasiswa pada khususnya dan kemajuan pada STAIN pada umumnya.
2.       Fakultas
Sebagai sekolah tinggi agama islam negeri satu-satunya di Salatiga, sudah seharusnya pengembangan STAIN di berbagai aspek harus diperhatikan betul. Salah satu pengembangan yang harus dilakukan adalah pegambangan fakultas. Fakultas yang dikembangkan bukan hanya fakultas-fakultas agama, tetapi juga fakultas –fakultas umum dengan corak epistemology, keilmuan dan etika moral keagamaan yang integralistik. Dalam konsep ini, fakultas agama tetap dipertahankan seperti yang ada sekarang, namun perlu dikembangkan kurikulumnya yang sesuai dengan kebutuhan  masyarakat pengguna jasa STAIN (yang nantinya akan berubah menjadi UIN) di era global dan didukung tenaga pengajar dan dosen-dosennya dengan berbagai metode dan pendekatan baru dalam islamic studies,humanities,dan ilmu-ilmu social. Sedangkan dalam fakultas-fakultas umum baik dalam bentuk wider mandate maupun universitas perlu dibekali muatan-muatan spiritualitas dan moral keagamaan yang lebih kritis dan terarah dalam format integrated curriculum, dan bukannya separated curriculum seperti yang berjalan selama ini. Pengembangan STAIN dalam bidang ini diharapkan mampu melahirkan pendidikan islam yang ideal dimasa depan.
3.       Pencangkokan IAIN atau UIN ke Perguruan Tinggi Negeri
Kelak STAIN jika sudah berubah menjadi IAIN atau UIN, usulan untuk mencangkokkan IAIN atau UIN ke Perguruan Tinggi Umum Negeri terdekat tidak ada salahnya dipertimbangkan. Sebagai contoh UIN Salatiga dicangkokkan saja ke UNDIP Semarang. Jika memang memungkinkan dan syarat-syaratnya bisa dipenuhi, maka saya rasa itu akan menjadi awal yang bagus untuk mengembangkan pendidikan berbasis islam di Perguruan Tinggi Umum.
4.       Program PPL
Seperti yang kita ketahui saat ini program KKI melaksanakan kegiatan PPL di luar negeri. Saya berfikir tidak ada salahnya program reguler atau non KKI juga bisa melaksanakan PPL di luar negeri. Masalah persyaratan dan teknisnya bisa dipersiapkan secara matang sejak dini. Dan jika memungkinkan tidak ada salahnya program itu dicoba mengingat mahasiswa reguler kemampuan akademisnya juga tidak kalah dengan mahasiswa KKI. Selain itu juga  melirik peluang kerja di luar negeri yang saya rasa cukup bagus. Karena ternyata di luar negeri banyak membutuhkan  tenaga pendidik dari jurusan agama. Hal ini bisa menjadi peluang bagus bagi STAIN untuk mengembangkan  prospeknya ke luar negeri.
5.       Sarana dan Prasarana
Semakin pesatnya pertumbuhan IT menuntut kita sebagai mahasiswa harus mampu mengenal dan menguasai IT dengan se optimal mungkin. Karena persaingan di kancah global tidak hanya sebatas pengetahuan umum saja tetapi juga penguasaan IT dengan baik. Dengan semakin banyaknya mahasiswa di STAIN Salatiga juga harus diimbangi dengan  penambahan sarana prasarana yang berbasis IT. Sebagai contoh penambahan gedung baru yang dilengkapi dengan fasilitas yang memadai. Jadi disini perkuliahan di STAIN Salatiga semuanya berbasis IT. Dengan adanya penambahan gedung baru serta sarana dan prasarana, pembelajaran berbasis IT diharapkan mampu menunjang proses perkuliahan yang optimal di STAIN Salatiga sehingga bisa mendukung kemajuan STAIN Salatiga.
6.       UKM
UKM adalah salah satu wadah yang positif untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Untuk itu penambahan jenis UKM perlu dipertimbangkan juga. Mengingat bakat dan minat seseorang sangat beragam. Misal ditambah UKM yang menonjolkan kebudayaan jawa ataupun penambahan UKM lainnya yang dirasa perlu ada di STAIN Salatiga. Semua itu diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong kemajuan STAIN Salatiga.
7.       Radio Kampus
Untuk menambah wawasan akan informasi baik dari luar maupun dalam kampus lebih-lebih dalam dan luar negeri,  radio kampus perlu juga dirintis. Selain untuk mengasah kemampuan di bidang penyiaran juga menambah asupan ilmu ataupun informasi bagi seluruh sivitas akademika STAIN Salatiga. Jadi antara satu dengan yang lain saling mendukung untuk terciptanya kampus yang berwawasan islami dan global.

Itulah sedikit ide yang bisa saya sumbangkan untuk kemajuan STAIN Salatiga ini dan tulisan ini saya persembahkan untuk STAIN Salatiga tercinta. Semoga kedepannya menjadi STAIN Salatiga Universitas Islam Negeri terbesar dan terdepan sehingga mampu menciptakan suasana pendidikan baru di Indonesia tercinta ini. Amin.
Daftar Pustaka
Abdullah,  Amin M. 2010. Membangun Budaya Pendidikan Mutu Perguruan Tinggi. Yogyakarta:            Pustaka Pelajar.
Sumardjoko, Bambang. 2010. Islamic Studies di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

WINDAWATI
115-12-028

Tidak ada komentar:

Posting Komentar