STAIN Salatiga merupakan Perguruan
Tinggi Negeri di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia yang
berlokasi di Salatiga. STAIN Salatiga memiliki 2 lokasi kampus, kampus I berlokasi
di jalan Tentara
Pelajar Nomor 02 dan
kampus II
di jalan Nakula Sadewa VA
Nomor 09 Kembang Arum Salatiga Jawa Tengah. Sebagai sekolah tinggi bernafaskan
islam, STAIN Salatiga memiliki corak tersendiri dibidang penyelenggaraan
pendidikan maupun segala sesuatu yang termasuk di dalamnya. Artinya kultur
pendidikan di STAIN berbeda dengan Perguruan Tinggi Umum lainnya. Pendidikan di
STAIN lebih
memadukan antara 2 ilmu
sekaligus yaitu ilmu agama dan ilmu umum. Hal ini memberi peluang kepada
mahasiswa untuk bisa menguasai 2 ilmu itu sekaligus, dengan harapan lulusan
dari STAIN tidak hanya intelek di wawasan umum tetapi juga intelek di wawasan
agamanya. Dengan capaian akhir yang sedemikian luar biasanya itu tentunya suatu
lembaga yang mewadahinya yaitu STAIN Salatiga dalam hal ini harus benar-benar
bisa menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, berwawasan global dan mampu
menjadi pionir bagi perguruan tinggi di Indonesia. Di sini saya
mengambil judul
Mundur 1 Langkah untuk Maju 1000
Langkah. Arti judul yang saya maksudkan disini adalah mundur untuk
melihat kekurangan-kekurangan apa yang dimiliki STAIN Salatiga saat ini yang
selanjutnya bisa dijadikan tiang pancang dalam seribu langkah efektif
pengembangan STAIN Salatiga. Dengan kata lain kekurangan itu bisa manjadi ajang
bagi STAIN Salatiga untuk membenahi diri dalam segala hal. Jadi kekurangan itu
bukan menjadi hambatan bagi STAIN Salatiga untuk berkembang ke arah yang lebih
baik tetapi justru menjadi titik penyemangat demi kejayaaan ke depannya. Dan
sebagai perguruan tinggi
terbaik
se-STAIN se-Nusantara dan nomor 7 se-PTAIN se- Indonesia sudah seharusnya STAIN
Salatiga melesat jauh dalam bidang apapun. Baik itu pendidikannya, UKM, dosen,
mahasiswa, maupun hal-hal lain. Untuk itu dalam artikel ini saya akan
mengemukakan beberapa ide untuk pengembangan STAIN Salatiga.
1.
Dosen
Dalam konteks pendidikan di
Perguruan Tinggi, dosen memiliki peranan yang cukup penting. Yaitu mengantarkan
mahasiswanya menjadi mahasiswa yang produktif, inovatif, dan berdaya saing
tinggi. Atas dasar itu kualitas dosen perlu dikembangkan secara berkelanjutan.
Seorang dosen harus memiliki kompetensi profesinal. Kompetensi professional
yang dimaksud sebagaimana dikemukakan Jarvis (1983) meliputi 3 elemen yaitu :
a.
Pengetahuan dan pemahaman tentang disiplin
akademik, elemen psikomotor, hubungan interpersonal ,dan nilai-nilai moral.
b.
Keterampilan-keterampilan yang mencakup:
melaksanakan prosedur-prosedur yang bersifat psikomotorik , berinteraksi dengan
orang lain.
c.
Sikap-sikap professional yang mencakup:
pengetahuan tentang profesionalisme, komitmen
emosi terhadap profesionalisme, dan kesediaan untuk bertindak secara
professional
Semua itu jika bisa dimiliki oleh dosen maka bukan tidak mungkin
seorang dosen bisa merubah mahasiswanya
menjadi mahasiswa yang bermutu tinggi. Jadi hal-hal yang harus diperhatikan
antara lain pendidikan dosen, cara menyampaikan mata kuliahnya serta hubungan
dengan para mahasiswanya. Pendididkan menjadi hal yang penting bagi seorang
dosen. Jadi semakin tinggi pendidikannya, semakin baik hasilnya bagi kemajuan
STAIN Salatiga. Hal lain tentang cara penyampaian mata kuliah dan hubungannya dengan para
mahasiswanya juga perlu diperhatikan secara khusus. Cara penyampaian mata kuliah secara tepat juga
mendukung terbentuknya mahasiswa yang kreatif, inovatif dan berprestasi.
Hubungan yang baik dengan mahasiswa juga memiliki pengaruh besar terhadap
kemajuan pada diri mahasiswa pada khususnya dan kemajuan pada STAIN pada
umumnya.
2.
Fakultas
Sebagai sekolah
tinggi agama islam negeri satu-satunya di Salatiga, sudah seharusnya
pengembangan STAIN di berbagai aspek harus diperhatikan betul. Salah satu
pengembangan yang harus dilakukan adalah pegambangan fakultas. Fakultas yang
dikembangkan bukan hanya fakultas-fakultas agama, tetapi juga fakultas
–fakultas umum dengan corak epistemology,
keilmuan dan etika moral keagamaan yang integralistik. Dalam konsep ini,
fakultas agama tetap dipertahankan seperti yang ada sekarang, namun perlu
dikembangkan kurikulumnya yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna jasa STAIN (yang nantinya
akan berubah menjadi UIN) di era global dan didukung tenaga pengajar dan
dosen-dosennya dengan berbagai metode dan pendekatan baru dalam islamic studies,humanities,dan ilmu-ilmu
social. Sedangkan dalam fakultas-fakultas umum baik dalam bentuk wider mandate maupun universitas perlu
dibekali muatan-muatan spiritualitas dan moral keagamaan yang lebih kritis dan
terarah dalam format integrated
curriculum, dan bukannya separated
curriculum seperti yang berjalan selama ini. Pengembangan STAIN dalam
bidang ini diharapkan mampu melahirkan pendidikan islam yang ideal dimasa
depan.
3.
Pencangkokan IAIN atau UIN ke Perguruan Tinggi
Negeri
Kelak STAIN jika sudah berubah
menjadi IAIN atau UIN, usulan untuk mencangkokkan IAIN atau UIN ke Perguruan
Tinggi Umum Negeri terdekat tidak ada salahnya dipertimbangkan. Sebagai contoh
UIN Salatiga dicangkokkan saja ke UNDIP Semarang. Jika memang memungkinkan dan
syarat-syaratnya bisa dipenuhi, maka saya rasa itu akan menjadi awal yang bagus
untuk mengembangkan pendidikan berbasis islam di Perguruan Tinggi Umum.
4.
Program PPL
Seperti yang kita ketahui saat ini
program KKI melaksanakan kegiatan PPL di luar negeri. Saya berfikir tidak ada
salahnya program reguler atau non KKI juga bisa melaksanakan PPL di luar
negeri. Masalah persyaratan dan teknisnya bisa dipersiapkan secara matang sejak
dini. Dan jika memungkinkan tidak ada salahnya program itu dicoba mengingat
mahasiswa reguler kemampuan akademisnya juga tidak kalah dengan mahasiswa KKI.
Selain itu juga melirik peluang kerja di
luar negeri yang saya rasa cukup bagus. Karena ternyata di luar negeri banyak
membutuhkan tenaga pendidik dari jurusan
agama. Hal ini bisa menjadi peluang bagus bagi STAIN untuk mengembangkan prospeknya ke luar negeri.
5.
Sarana dan Prasarana
Semakin pesatnya pertumbuhan IT
menuntut kita sebagai mahasiswa harus mampu mengenal dan menguasai IT dengan se
optimal mungkin. Karena persaingan di kancah global tidak hanya sebatas
pengetahuan umum saja tetapi juga penguasaan IT dengan baik. Dengan semakin
banyaknya mahasiswa di STAIN Salatiga juga harus diimbangi dengan penambahan sarana prasarana yang berbasis IT.
Sebagai contoh penambahan gedung baru yang dilengkapi dengan fasilitas yang
memadai. Jadi disini perkuliahan di STAIN Salatiga semuanya berbasis IT. Dengan
adanya penambahan gedung baru serta sarana dan prasarana, pembelajaran berbasis
IT diharapkan mampu menunjang proses perkuliahan yang optimal di STAIN Salatiga
sehingga bisa mendukung kemajuan STAIN Salatiga.
6.
UKM
UKM adalah salah satu wadah yang
positif untuk mengembangkan bakat dan minat mahasiswa. Untuk itu penambahan
jenis UKM perlu dipertimbangkan juga. Mengingat bakat dan minat seseorang
sangat beragam. Misal ditambah UKM yang menonjolkan kebudayaan jawa ataupun
penambahan UKM lainnya yang dirasa perlu ada di STAIN Salatiga. Semua itu
diharapkan menjadi salah satu faktor pendorong kemajuan STAIN Salatiga.
7.
Radio Kampus
Untuk menambah wawasan akan
informasi baik dari luar maupun dalam kampus lebih-lebih dalam dan luar
negeri, radio kampus perlu juga
dirintis. Selain untuk mengasah kemampuan di bidang penyiaran juga menambah
asupan ilmu ataupun informasi bagi seluruh sivitas akademika STAIN Salatiga.
Jadi antara satu dengan yang lain saling mendukung untuk terciptanya kampus
yang berwawasan islami dan global.
Itulah sedikit ide yang bisa saya sumbangkan untuk kemajuan
STAIN Salatiga ini dan tulisan ini saya persembahkan untuk STAIN Salatiga
tercinta. Semoga kedepannya menjadi STAIN Salatiga Universitas Islam Negeri
terbesar dan terdepan sehingga mampu menciptakan suasana pendidikan baru di
Indonesia tercinta ini. Amin.
Daftar Pustaka
Abdullah, Amin M.
2010. Membangun Budaya Pendidikan Mutu
Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sumardjoko, Bambang. 2010. Islamic Studies di Perguruan Tinggi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
WINDAWATI
115-12-028