Aku, Kamu dan Tuhan Kita
Tidak ada yang bisa memisahkan kita dan Sang Pemberi Hidup
Sang Maha Segalanya selalu mengulurkan tangannya kepada kita
semua, memberikan kasih sayangnya kepada semua makhluk-Nya dan tanpa setitik
pun terlihat bayang semu. Semuanya jelas dan real.
Terkadang kita yang secara sengaja menjauhkan diri dari-Nya
membiarkan celah dalam diri kita diserbu oleh nafsu dunia yang menyesatkan.
Awalnya memang manis tetapi sadarlah kawan yang namanya manis
itu tidak akan selamanya. Seperti batang tebu jika dihisap terus-menerus yang
akan tersisa hanyalah ampasnya. Begitu juga kehidupan, tidak mungkin akan terus
menerus stagnan tanpa adanya tantangan. Jalan mulus dan jalan berbatu pasti
akan kita lalui.
Jalan mulus itu sudah pasti tidak akan merepotkan kita, tetapi
jika mulai melalui jalan berbatu mungkin itu membuat kita jatuh berkali-kali
dan akhirnya lemah tanpa daya dan akhirnya hanya bisa menangis dan menyesal.
Ingatlah kawan uluran cahaya ilahi akan terus datang menghampiri
kita tinggal bagaimana kita bergegas menjemputnya dan merasakan rasa kasih
sayang-Nya menyelimuti kita.
Aku, kamu, kalian, dan kita semua berhak mendapatkan semua itu
dan tidak ada yang tidak mungkin selama kita masih hidup. Maka, mari kita
membuka hati dan fikiran seluas-luasnya untuk menerima kedahsyatan itu. Cahaya
itu menunggu kedatangan kita.
We can do it.